Deal Keren hari ini

http://www.dealkeren.com/jakarta/invitation/?s=30361a9dfdb17c1885a833e78303ebdd

Sabtu, 08 Maret 2008

Customer Satisfaction

kalau anda sebagai pelaku usaha, pastinya anda akan sangat senang sekali melihat pelanggan anda menjadi bahagia dan senang terhadap produk dan service anda. bagaiamana anda dapat melakukan hal tersebut ???

kita mulai degan apa itu yang dimaksud dengan customer satisfaction ???? kepuasan pelanggan (customer satisfacion), secara harafiah punya makna yang tetap, yaitu suatu keadaan dimana keinginan, harapan, dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi. namun perlu disadari disini bahwa sifat dari customer satisfaction ini tidak lah tetap atau tidak statis. kenapa ?? dia akan berubah dari waktu ke waktu, karena harapan pelanggan terhadap suatu produk atau jasa tidak akan pernah sama, bisa naik atau bahkan bisa turun.

berpatokan pada fakta diatas, dunia bisnis pun berkompetisi membuat pelanggannya lebih puas dan tak berpaling ke produk lain. sistem pelayanan pelanggan yang mengarah ke kepuasan pelanggan diterapkan, bahkan ada perusahaan yang menciptakan divisi khusus untuk mengurusi hal ini.

kepuasan pelanggan merupakan strategi jangka panjang, yang hasilnya tidak dapat dilihat dalam sekejap mata melainkan memerlukan proses dan usaha yang berkesinambungan.

di dalam kepuasan pelanggan kadang persepsi mengalahkan realistas, jadi selain memberikan kenyataan yang baik, merek juga harus dapat membentuk persepsi yang positif dimata pelanggannya.

Strategi kepuasan pelanggan ini haruslah dapat diarahkan dengan upaya mengolah perilaku konsumen sedemikian rupa, sehingga dapat mendongkrak pangsa pasar, dengan adanya repeat buying

dengan gambar diatas dapat dijelaskan secara sederhana dan simpel, karena sesuai dengan judul blog ini, yang simpel-simpel saja, marketing jangan dibikin susah.

kalau dari gambar diatas ada tiga dimensi yang dapat mendeliver suatu kepuasan pelanggan
  1. pertama adalah kualitas, dengan menciptakan suatu produk dan jasa yang tentunya berkualitas dan dapat memenuhi setiap kebutuhan pelanggan karena itulah intinya. konten dan konteks dari suatu produk harus sesuai dengan keinginan pelanggan. hal ini bisa dicapai dengan melakukan inovasi secara terus menerus terhadap produk dan jasa anda. tapi ingat "being good is not longer enough, you have to be good and different" apa artinya anda harus selalu menciptakan value yang membuat produk atau jasa anda berbeda dengan yang lain karena hal ini secara otomatis akan berpengaruh langsung terhadap perilaku konsumen.
  2. kedua adalah harga, hal ini sangat penting karena pelanggan sangat responsif dan sensitif terhadap hal yang satu ini, kenapa demikian ? karena harga yang "reasonable dan affordable" memang yang selalu diingankan oleh pelanggan, tentunya dengan kualitas barang yang baik juga. karena sekarang ini semakin banyak pilihan barang dan jasa. maka konsumen akan cenderung sekali menjadi seorang "konsumen pemilih", pilihan yang tak terhingga ini nantinya akan menimbulkan "paradox of choice". kini pelanggan maunya "free, now dan perfect". jadi buatlah harga yang kompetitif yang sesuai dengan kualitas dan service dari produk dan jasa anda.
  3. ketiga adalah delivery, yang dimaksud dengan delivery disini bukanlah delivery service seperti di fast food melainkan kemampuan perusahaan untuk merespon. misalnya kecepatan perusahaan dalam merespon komplain, mendengarkan pelanggan, kecepatan dalam inovasi produk, dan pelanggan mudah mendapatkan produk tersebut di pasaran karena volume produksi cepat dan produk pasti akan selalu tersedia di pasar. dan contoh lainnya mengenai kecepatan informasi tentang produk yang bersangkutan promo dan lain sebagainya.
jika ketiga hal diatas anda terapkan percayalah maka tidak mungkin anda mengatakan bahwa mencapai kepuasan pelanggan itu susah.

INGIN PELANGGAN ANDA LOYAL, MAKA PUASKANLAH MEREKA!!!!!

Kamis, 06 Maret 2008

Brand Rejuvenation

Ya kali ini kita akan berbicara tentang Brand Rejuvenation. Mengapa brand perlu peremajaan ??? seolah seperti kulit manusia yang memerlukan perawatan. karena di dunia ini telah muncul banyak sekali produk dengan bermacam-macam produk dan bermacam-macam merek. banyak merek muncul dan mati silih berganti. Bagaimana agar merek anda menjadi suatu merek yang "everlasting brand" seperti Dji sam soe, Coca-Cola dan lain sebagainya ??????

Ada banyak strategi pemasaran yang dapat dilakukan agar suatu produk dapat selalu laris manis di pasaran. Tapi yang paling penting disini adalah bagaimana perusahaan anda dapat menjaga merek dari suatu produk tidak mati lekang dimakan oleh waktu dan perkembangan zaman.

Kita mengenal yang dinamakan produk life cycle, yaitu siklus hidup berkembangnya suatu produk. di dalam siklus tersebut kita mengenal adanya empat tahapan yaitu perkenalan (introduction), perkembangan (growth), dewasa (mature) dan penurunan (decline). Biasanya proses brand rejuvenation dapat dilakukan pada tahapan growth, pada saat sudah mature atau bahkan pada saat decline. Tujuannya adalah untuk menjaga momentum produk tetap berada pada posisi merek yang kuat.

Buku diatas adalah buku dari Jean marc Lehu tentang Brand Rejuvenation "How to protect, strengthen and add value to your brand to prevent it from ageing". Di dalam buku ini dijelaskan bahwa ada tiga langkah di dalam merejuvenasi merek :
  1. Pertama, perlu diidentifikasikan faktor-faktor yang menyebabkan merek menjadi "tua"
  2. Kedua, perlu dilakukan perlindungan terhadap merek dan meciptakan nilai tambah yang baru. Dengan demikian, merek anda akan menjadi lebih kuat dan lebih baru.
  3. Ketiga, merejuvenasi merek haruslah dilakukan secara kontinu, walaupun dengan strategi yang berbeda misalnya dengan strategi differensiasi yang fokus atau melalui strategi komunikasi atau bahkan merombak produk secara keseluruhan

Strategi lainnya dalam rejuvenasi merek adalah dengan merevitalisasi merek, singkatnya, anda perlu menggairahkan atau memberikan energi baru untuk meningkatkan ekuitas merek anda.

bagan diatas merupakan bagan brand performance yang juga dapat dilakukan untuk analisis brand rejuvenation, dimana perusahaan dapat memilih apakah merek akan dibuat semakin attarctive atau semakin aware dengan customer sesuai dengan kelemahan dan kekuatan masing-masing.

jika produk anda ingin menjadi "everlasting brand" dan tak lekang dimakan perkembangan zaman maka lakukanlah brand rejuvenation dan anda akan selalu menjadi market leader di pasaran.

strategi CSR


CSR atau kepanjangan dari Corporate Social Responsibility sering dianggap perusahan sebagai aktivitas yang kurang penting dan cenderung menjadi ajang aktivitas untuk "buang-buang duit" karena tidak menghasilkan profit sama sekali dan kontribusi bagi perusahaan. dan dapat dilihat bagaimana perkembangan CSR saat ini, akibatnya kegiatan ini sangatlah kurang berkembang. kegiatan masih sebatas pada pemberian donasi atau sumbangan, tanpa efek yang berlanjut yang nantinya juga akan berdampak kepada lingkungan ekonomi dan sosial dalam jangka panjang, sebaliknya CSR jika diolah sedemikian rupa dapat dijadikan strategi bagi perusahaan.

ada beberapa penyebab keengganan perusahaan menerapkan CSR di dalam perusahaannya :
  1. tujuan perusahaan adalah untuk menciptakan profit. oleh karenanya, CSR-aktivitas yang secara gamblang tidak memberikan keuntungan tentu saja tidak akan menarik bagi perusahaan.
  2. kurangnya tekanan dari eksternal misalnya dari pasar sendiri maupun dari regulasi yang dibikin oleh pemerintah sendiri yang kurang memberikan perhatian kepada CSR
CSR seharusnya dianggap bukan sebagai aktivitas untuk buang-buang duit. CSR harus menjadi bagian dari perusahaan dalam memenuhi tujuannya untuk meningkatkan profit. konsep strategi CSR dapat dilihat seperti konsep di bawah ini :


Strategi CSR adalah pendekatan yang mensinergikan CSR dengan strategi perusahaan secara keseluruhan. sinergi ini diperoleh ketika perusahaan memberi kontribusi pada lingkungan sosialnya sesuai dengan core competency-nya atau kata lainnya adalah CSR harus juga memberikan keuntungan bagi perusahaan.

michael porter mencatat bahwa strategi CSR memiliki potensi untuk berkontribusi pada lima penggerak produktivitas, yaitu investasi, inovasi, skill, organisasi dan kompetisi (DTI Economics Paper No. 3).

apa arti bulatan-bulatan diatas. itu menggambarkan bagaimana efek CSR bila dilakukan perusahaan secara sungguh dan terencana bukan sebagai kegiatan dadakan. Strategi CSR dapat mempengaruhi lingkungan hidup, ekonomi, dan social, atau lebih komplitnya dapat dilihat pada bagan di bawah ini



dalam lingkungan hidup misalnya perusahaan dapat menerapkan produk yang ramah lingkungan atau menerapkan pengolahan limbah yang ramah lingkungan atau bisa juga perusahaan memilih penggunaan energi yang ramah lingkungan untuk mengurangi efek dari global warming yang sekarang efeknya sudah mendunia, atau perusahaan peduli terhadap lingkungan misalnya peduli terhadap terumbu karang atau coral reef yang sekarang mulai banyak yang rusak perusahaan misalnya juga dapat berperan aktif di dalam konservasinya

di dalam bidang sosial misalnya perusahaan dapat memberikan kontribusi terhadap para kaum miskin lewat pelatihan-pelatihan dan memberikan akses pendidikan kepada mereka sehingga mereka tidak akan merasa termajinalkan oleh industrialisasi atau perusahaan juga dapat menciptakan sumber daya yang terjangkau bagi masyarakat lemah. di dalam hal ini bisa juga penerapan CSR secara internal yaitu keterpedulian terhadap karyawan perusahaan.

di dalam lingkungan ekonomi atau pasar misalnya perusahaan tetap menjaga hubungan yang baik dengan supplier ataupun distributor tidak malahan mengakali mereka dan mengabuse mereka, tetapi berikanlah penghargaan kepada mereka atas kontribusi mereka terhadap perkembangan perusahaan.

Intinya CSR adalah strategi yang melibatkan keseluruhan dari stakeholder perusahaan tidak bisa berjalan sendiri dan terpisah karena ini adalah suatu sistem.

keuntungan dari penerapan strategi CSR ini di dalam perusahaan adalah terciptanya reputasi perusahaan yang baik yang akan memberikan value added bagi perusahaan dalam jangka waktu yang lama, karena ini adalah masalah membangun image perusahaan yang peduli dengan keseluruhan stakeholdernya dan akan mempengaruhi customer dalam membeli produk-produk dari perusahaan tersebut.

CSR sangatlah penting sudah saatnya perusahaan untuk menerapkannya !!!!!

Branding Branding dan Branding !!!!!!!

Branding, branding, branding inilah strategi yang sedang ngetrend saat ini di dalam dunia marketing. masing-masing perusahaan berlomba dengan segala dana dan upaya untuk menjaga agar brand atau merek dari produk mereka dapat dikenal di benak konsumen dan tertancap di benak konsumen.

gambar atau diatas ada benarnya tertulis disana bahwa "branding it's all about trust" karena branding adalah soal kepercayaan. hal inilah yang diharapkan dari setiap pemilik produk atau merek "trust" terhadap produk mereka karena kalau kepercayaan sudah terbangun tidak akan susah lagi dalam membangun merek dan meningkatkan repeat buying dari customer.

apakah sebenarnya yang disebut dengan brand atau merek????? merek adalah identitas dari suatu produk yang membedakan karakteristik antara produk yang satu dengan produk yang lainnya yang dapat mengungkapkan atau menampilkan content dan contex dari suatu produk.

merek atau brand sampai kapanpun memang hal yang vital dan punya arti yang sangat penting dalam strategi produk karena pemberian merek adalah seperti memasukkan "soul", sehinggal produk memiliki jiwa yang terus tumbuh berkembang. tanpa merek, produk tidak memiliki arti lagi.

brand atau merek ini dapat diukur dengan indikasi brand value (BV) yang indikatornya berupa aspek popularitas merek (brand awareness), popularitas iklan (ad awareness), kepuasan (satisfaction), penguasaan pasar (market share) dan gain index

saya lebih senang bermain dengan kerangka berpikir seperti diatas memang marketing lebih menarik dan lebih enak digambarkan dengan bagan-bagan seperti diatas. gambar diatas adalah cara simpelnya membangun suatu brand yaitu :
  1. langkah simpel pertama adalah dengan membangun emotional connection, hal ini dilakukan supaya merek anda mempunyai hubungan emosional dengan pelanggan artinya anda menciptakan produk bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya saja tetapi juga membuat pelanggan bangga dengan produk yang anda ciptakan atau pasarkan
  2. Langkah simpel kedua adalah dengan memberikan value kepada produk anda, sehingga customer yang membeli produk anda mendapatkan tingkat kepuasan yang advance, sehingga akan melakukan repeat buying terhadap produk anda
  3. langkah simpel ketiga adalah dengan membangun akses pelanggan ke merek, artinya pelanggan tidak susah mendapatkan produk anda dan dengan gampang berinteraksi dengan produk untuk pengembangan produk dan komplain.
  4. langkah simpel keempat adalah dengan meningkatkan awareness terhadap merek anda hal ini bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan marketing promotion dan kegiatan CSR sehingga merek anda benar-benar tertanam di benak konsumen dan akan gampang menstimulasi konsumen untuk membeli produk anda.
  5. langkah simpel kelima adalah dengan meningkatkan differentiation terhadap merek anda sehingga pelanggan merasa yakin bahwa produk anda memang benar-benar berbeda dengan produk pihak lain yang dapat memuaskan konsumen secara customized
memang pada saat ini telah terjadi pergeseran model pengembangan merek di Indonesia, yaitu dari pengembangan merek secara vertikal (top-down) ke arah horizontal. model pengembangan merek vertikal mengembangkan komunikasi satu arah dan reminding terus menerus yang dilakukan oleh pemilik merek kepada customer yang menjadi target. pada model horizontal pemilik sifatnya hanya men-trigger customer pengguna yang akan meneruskan pesan yang ingin disampaikan oleh pemilik merek. customer disini akan dijadikan sebagai influencer atau yang mempengaruhi customer lain untuk ikut menggunakan produk sehingga akan tercipta pasar baru dan perluasan pasar.

beberapa mitos penting dalam mengembangkan merek:
  1. membangun merek membutuhkan lebih dari sekedar iklan yang agresif dan persepsi pertama di benak pelanggan (top of mind)
  2. membangun merek adalah soal fokus dan dilakukan dalam jangka panjang, sedangkan mendapatkan sales adalah jangka pendek dan tidak perlu fokus
  3. membangun merek adalah membangun persepsi
jadi bangunlah merek produk anda agar anda mendapatkan keuntungan jangka panjang

LONG LIVE BRANDING !!!!!!!!

STP = Segmenting Targeting Positioning

wah di medan lagi hobi hujan deres nich, tiap pagi sore pasti hujan untung gak banjir cuma sedikit banyak genangan-genangan air yang siap menganggu perjalanan anda pulang ke rumah karena kota medan ini sistem drainasenya kurang bagus.

Ya judul diatas adalah STP, ini bukan merek oli pelumas itu lho, tapi ini adalah basic dari marketing yaitu S = Segmenting T = Targeting P= Positioning yang kalau diutak - atik sesuai dengan kreativitas kita bisa menghasilkan berbagai macam strategi marketing yang jitu siap mengalahkan lawan-lawan anda !!!

kita mulai dengan segmenting, saya disini akan menggunakan bahasa yang familiar bukan bahasa akademisi yang kadang sering "njlimet" karena marketing itu simpel dan gak neko-neko tapi dahsyat sekali. udah gak usah banyak omong lagi, kita mulai aja pembahasannya segmenting disini adalah memetakan atau memilah pasar atau tempat kita menjual produk kita menjadi beberapa porsi atau segmen yang berbeda-beda. istilah gampangnya "meraba" pasar mudah gak terlalu vulgar ya. sebelum kita memasarkan produk baik berupa barang atau jasa yang akan kita pasarka hendaknya kita mensegmentasi pasar dahulu agar menjadi jelas kira-kira produk kita nantinya akan masuk ke pasar yang mana. hal ini sangat penting karena masing-masing pasar mempunyai karakteristik yang berbeda-beda yang belum tentu sama dengan karakteristik produk kita maka dari itu sangat penting sekali untuk pemetaan pasar ini. Kita dapat memisahkan pasar dengan berdasarkan kondisi geografis, kultural, kondisi ekonomis pasar itu sendiri. dengan segmentasi ini kita akan mendapatkan beberapa pasar yang memang cocok dengan karakteristik produk yang akan kita pasarkan.


langkah berikutnya adalah targeting. dari kata-katanya saja sudah bisa kelihatan target yang berarti membidik. setelah kita mendapatkan pemetaan pasar melalui proses segmenting diatas. langkah selanjutnya adalah targeting yaitu membidik pasar yang telah kita pilah-pilah diatas tentunya kita akan membidik pasar yang sesuai dengan karakteristik produk kita dan tentunya kondisi pasar yang kondusif serta kompetitif dan tak ketinggalan tentunya potensi pasar yang cukup besar agar dapat mendapatkan dan menentukan strategi eksekusi marketing yang tepat.


setelah kita mentarget atau membidik pasar yang akan kita masuki langkah selanjutnya adalah melakukan positioning yaitu melakukan kajian atau penelitian untuk memposisikan produk kita di pasaran diantara produk-produk yang sudah kalo disini kita bicara produk kita bukan sebagai innovate produk yang merupakan "new comer" di pasaran. langkahnya bisa menggunakan strategi perceptual mapping seperti yang dibawah ini

misalkan produk yang akan kita pasarkan adalah produk coklat seperti gambar perceptual mapping diatas. di pasaran kita telah mendapati beberapa produk-produk coklat yang telah terlebih dahulu memasuki pasaran kita pasti sebagai new comer di dalam pasar tersebut pastinya akan memposisikan produk kita agar dapat bersaing secara kompetitif dengan incumbent yang telah lama ada di pasaran. apakah kita akan memposisika dengan harga yang tinggi dan kualitas yang tinggi pula atau sebaliknya atau bahkan kombinasinya

selamat mencoba mengutak-atik strategi STP ini semoga bisa sedikit membantu

Rabu, 05 Maret 2008

5C = Bankable

wah postingan kali ini agak melenceng sedikit ya dari tema yang dari kemarin tentang marketing. hehehe padahal baru sedikit nich postingannya soalnya baru 3 hari ngeblog.

banyak teman-teman saya yang sering bingung dengan kata-kata bankable??? karena kata-kata ini sering kali dijadikan alasan untuk menolak pengajuan kredit kepada bank karena tidak memenuhi salah satu unsur diatas dalam feasibility studinya.

kata bankable sendiri dapat diartikan sebagai bahwa bisnis yang dijalankan atau yang akan mendapatkan "kucuran' kredit dari pihak debitor atau bank adalah bisnis yang menguntungkan, investasinya aman dan dalam arti modal bisa kembali atau istilah ekonominya BEP (Break Even Point) dan memberikan keuntungan atau profit yang cukup atau tentunya yang lebih.

Suatu bank biasanay melihat bankability suatu perusahaan atau proyek yang akan dibiayainya adalah umumnya dengan kriteria 5C, yaitu :

CAPITAL, yaitu melihat apakah komposisi modal perusahaan mencukupi. semakin tinggi jumlah modah saham pemilik, maka perusahaan makin bankable. level aman adalah apabila jumlah modal sama dengan jumlah kredit. kadang-kadang jumlah kredit 70% dan modal 30% juga masih dianggap "bankable" dengan kondisi profitability, kepastian operasi dan kepastian pengambalian pinjaman yang tinggi.

COLLATERAL, yaitu jaminan asset yang akan diberikan oleh pengusaha (peminjam) nilainya harus lebih besar (min 110% lebih) dan bisa diuangkan atau dijual dengan mudah.

CAPACITY, yaitu kemampuan operasional perusahaan apakah bisa memproduksi target atau proyeksi produksi barang atau jasa dalam jangka waktu pinjaman sampai dilunasi. kemampuan bisa menyangkut kapasitas mesin, SDM, kemampuan bersaing, level teknologi, ketersediaan bahan baku, bisa juga lebih jauh pada analisa menyangkut kapasitas penyerapan pasar (besarnya pangsa pasar)

CHARACTER, yaitu sifat dan perilaku pengusaha yang bersangkutan. apakah pemiliknya atau pimpinannya adalah orang yang menepati janji pembayaran kredit sebelumnya, atau pekerja keras yang memegang janji, fokus pada keberhasilan perusahaan atau sebaliknya bersifat advonturir, cenderung menunda pembayaran, kurang fokus pada operasi perusahaan dan hal-hal yang riskan (bagi bank) lainnya.

CONDITION, ini lebih cenderung melihat pada bagaimana kondisi usahanya? apakah riskan menurut bank yaitu misalnya agrobisnis, perikanan, pertanian yang banyak terpengaruh alam, cuaca, musim, harga pasar fluktuatif. adakah faktor penguat lainnya misalnya sudah ada kontrak jangka panjang yang pasti dari salah satui pembeli dari perusahaan besar, atau kondisi pasar yang sedang kuat misalnya untuk produk kelapa sawit yang semakin mahal dipasaran untuk produksi biofuel dan sebagainya. sebab umumnya bank mempunyai kriteria tertentu atas suatu prospek (kondis) perusahaan

agak ribet memang ya kalau dipikir, tapi ngutang ke bank itu gampang kok asalkan maksudnya baik dan berniat mengembalikannya lho dan gak dibawa lari duitnya soalnya biar gak nambah besar NPL (Non Performing Loan)nya atau kredit macetnya bank jadi besar.

so mungkin hal diatas bisa membantu bagi yang berminat mencari utangan di bank untuk membangun bisnis dan mengembangkan usaha

tetap semangaat tumbuhkan jiwa enterpreunership kalian ....!!!!!! :D

push-pull strategi dalam franchise

ahh akhirnya saya bisa memposting lagi pikiran-pikiran saya setelah seharian disibukkan dengan urusan pemeriksaan, klarifikasi dan persiapan buat seminar. o iya seharian kemarin koneksi internetnya down jadi kemarin gak bisa online di mess nich hehehe

bagi orang yang telah belajar marketing di bangku kuliahannnya pasti tidak asing lagi dengan istilan push dan pull strategi di dalam marketingl. ini adalah strategi yang sederhana tetapi juga bisa cukup rumit karena melibatkan keseluruhan stakeholder yang ada pada suatu perusahaan.

di dalam bisnis waralaba hal ini bisa saja dipraktekkan. biasanya dalam menjalankan usaha franchise para franchisee atau orang yang membeli waralaba paling susah atau ogah untuk mutar otak dalam menjalankan bisnis waralabanya mereka hanya senang untuk ongkang-ongkang kaki karena merasa sebagai pemilik modal dan tinggal menunggu sales, ROI (return on investment) dan tentu saja keuntungan atau profit yang akan mampir dan masuk ke kantongnya karena segala operasinya atau lebih dikenal dengan SOP (standard operating procedure) semuanya sudah diserahkan atau dioperasionalisasikan oleh franchisor atau pemilik waralaba.

anggapan diatas merupakan hal dan kegiataan yang sangat salah sekali, karena kalau hal diatas dibiarkan terus berlanjut dan tidak ada keterikatan dan kerjasama antara franchisor dan franchisee maka bisnis yang dijalani akan menjadi mandeg tidak berkembang karena tidak adak komunikasi dan kerjasama diantar kedua belah pihak.

seharusnya dalam mejalankan bisnis waralaba paradigma bisnis seperti diatas harus dibongkar secara habis-habisan!!!!!!!!!!!!!!

idenya begini semakin si franchisor pintar dalam membranding atau membangun merek, maka semakin mudah si franchisee untuk meningkatkan penjualannya

jadi melalaui pola branding si franchisor ini telah melakukan strategi "Pull Marketing" yaitu segala sesuatu atau usaha untuk "menarik" pelanggan melalui beragam upaya kegiatan marketing seperti promosi dan iklan serta inovasi produk atau dengan program excellent customer service serta program CSR dan PR supaya awareness konsumen terhadap suatu merek waralaba ini semakin tinggi

kalau diatas kegiatan yang bisa dilakukan oleh franchisor lalu bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh franchisee. di dalam pandangan saya franchisee adalah orang yang menjadi first person atau ujung tombak karena langsung berinterkasi dengan pelanggan dan pasar. dengan keunggulan inilah seharusnya franchisee adalah orang yang paling mengetahui karakteristik pasar dan keinginan pelanggan. mereka seharusnya menjadi "intelijen" bagi franchisor untuk semakin memahami kebutuhan pelanggan yang semakin "customized". dengan berbekal pengetahuan terhadap pelanggan maka franchisee dapat melakukan strategi "Push Marketing" yaitu kegiatan untuk mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian melalui personal relationshiopp dan personal selling. bagus lagi jika langkah ini dilanjutkan dengan pembentukan komunitas pelanggan, karena dengan hal ini pelanggan merasa dijadikan seperti keluarga yang kebutuhannya selalu dipahami dan dipenuhi.

so jika bisnis waralaba anda ingin berhasil ubahlah paradigma bisnis anda !!!!!

semoga sukses